Kontrak Foto Taylor Swift : Melanggar Aturan Kami, Bersiaplah Kameramu Dihancurkan!

Anda mungkin telah membaca postingan berita tentang Taylor Swift yang diprotes oleh seorang fotografer, pasca dia berhasil membuat Apple mengubah kebijakan mereka soal royalti. Dalam surat terbuka yang dibuat oleh James Sheldon itu, dia menampilkan surat kontrak yang menunjukan bagaimana manajemen Taylor yang tidak adil kepada fotografer, namun tampaknya surat kontrak James tersebut sudah ketinggalan zaman !

Selang beberapa waktu setelah Sheldon membuat surat terbukanya, seorang frelance fotografer Joel Goodman mengunggah ke akun twitternya, salinan dari salah satu surat kontrak yang ditujukan untuk fotografer yang berniat meliput konser teranyar dari Taylor Swift, 1989 World Tour. Berikut adalah salinan kontrak tersebut seperti dilansir dari Petapixel.

Goodman mengungkapkan bahwa salinan kontrak tersebut, diteruskan kepadanya oleh fotografer yang mensyaratkan agar supaya identitas mereka tetap disembunyikan. Beberapa orang fotografer takut di black list oleh pihak manajemen Taylor Swift dan akan kehilangan pendapatan jika berbicara menentang kontrak tersebut.

Salah satu bagian yang menarik dari isi kontrak tersebut,terdapat di bagian yang ke lima :

“If you fail to fully comply with this Authorization, authorized agents of FEI, the Artist or the Related Entities may confiscate and/or destroy the technology or devices that contain the master files of the Photographs and other images, including, but not limited to, cell phones and memory cards, and the Photographs and any other images.”
Jika diterjemahkan bebas, artinya adalah pihak manajemen Taylor Swift berhak untuk menghancurkan setiap peralatan yang dipergunakan fotografer, termasuk di dalamnya kamera, smartphone atau kartu memori jika ketahuan melanggar perjanjian dalam kontrak tersebut.
 Goodman mengungkapkan bahwa kontrak ini sangat mengerikan karena mampu mengambil hak keseluruhan dari seorang fotografer, hal itu sekaligus membatasi kreatifitas fotografer, karena dia akan bekerja di bawah tekanan akan tindakan pidana, serta perusakan terhadap properti pribadinya tanpa ada kompensasi apapun.
Pihak Petapixel sendiri sudah mencoba mengonfirmasikan surat kontrak tersebut kepada manajemen Taylor Swift, namun belum mendapatkan respon.
Tentu menjadi hal yang ironis jika seorang Taylor mampu memprotes perusahaan sekelas Apple masalah hak yang dia miliki, namun hak dari pihak lain yang mungkin “lebih rendah” diabaikannya. Atau mungkin bisa jadi, ini hanyalah kebijakan pihak manajemen tanpa diketahui sang artis, atau mungkin juga ada kemungkinan-kemungkinan lainnya hehe. Jadi bagaimana menurut anda ?
Baca juga :

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *