Mari Memotret Human Interest

Apakah Human Interest itu? Mengapa sampai muncul Human Interest Photography? Kali ini kita akan membahas bersama jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemudian kita akan mempelajari bagaimana membuat foto human interest yang baik.

human interest

Mari kita lihat dulu apa itu human interest menurut Wikipedia :

human interest story is a feature story that discusses a person or people in an emotional way.[1] It presents people and their problems, concerns, or achievements in a way that brings about interest, sympathy or motivation in the reader or viewer.(source : en.wikipedia.org)

Jadi pada dasarnya human interest adalah kisah tentang manusia. Yang menjadi subjek sekaligus objek utama dari foto human interest adalah manusia, mungkin anda pernah mendengar pernyataan yang mengatakan “A picture is worth a thousand words”, kira-kira demikian yang seharusnya disampaikan oleh foto human interest.

Lewat foto, kita menampilkan kisah yang bahkan mungkin takkan terceritakan atau terlukiskan dengan kata-kata. Lihat kembali definisi human interest tadi, tujuan foto human interest selain untuk menampilkan kisah dari subjek foto, juga supaya orang yang melihat tergugah, bersimpati atau termotivasi.

Perhatikan foto di bawah ini, foto tersebut saya ambil ketika baru saja sampai di tempat kerja, kebetulan saya membawa kamera dan muncul moment itu di hadapan saya, ketika anda melihat foto tersebut apa yang muncul di pikiran anda?

Memotret-HI

Sewaktu saya posting foto tersebut di akun path saya, banyak yang mengapresiasi dengan ekspresi gloomy. Entah mungkin mereka melihat wah oma itu, meski sudah tua, bukannya beristirahat menikmati usia tua di rumah dengan anak cucu, malah menenteng ayam beberapa ekor.

Saya sendiri ragu teman-teman yang di path pernah menenteng ayam seperti itu, kalau makan ayam goreng sih pastilah sering, hehe.

Entahlah, mungkin pandangan orang berbeda-beda, padahal caption foto di atas saya tulis “An old lady, a real fighter”. Dengan foto tersebut saya bermaksud memotivasi kita yang melihat, masakan seorang oma, dalam usia senjanya masih semangat bekerja. Bagaimana dengan yang muda, masakan kalah semangatnya.

Jangan cuman bisa menghabiskan duit papa mama,anak muda, ayooo semangat kerja. Haha berasa tua sekali nih yang nulis :D. Yah mungkin melihat foto tadi, sisi melankolis kebanyakan orang yang muncul.

Tapi tetap itu juga merupakan salah satu tujuan foto human interest, yaitu menggugah perasaan kita. Yup dalam hal ini saya merasa sudah berhasil hahaha.

Oke, jika kita setidaknya sudah mengerti apa itu foto human interest dan juga tujuan foto, dimana bukan cuman sekedar jepret sana jepret sini, sekarang kita akan melihat bagaimana mendapatkan foto human interest yang baik.

Mari Memotret Human Interest

1. Momen

Salah satu quote fotografer terkenal dalam sejarah fotografi, Henry Cartier Bresson adalah ; “The picture is good or not from the moment it was caught in the camera”.

Demikian pentingnya momen dalam sebuah foto yang menjadikan foto tersebut bernilai luar biasa. Jadi mulailah melatih mata anda untuk menangkap momen di sekeliling anda.

Jelilah terhadap kondisi sekeliling lingkungan dimana saja anda berada, karena ada orang yang memang bersikap acuh tak acuh terhadap sekelilingnya, dengan sikap seperti itu anda hanya akan melewatkan begitu banyak momen berharga di sekeliling anda.

2. Karakter

Subjek foto anda seharusnya memiliki karakter yang kuat, atau memiliki latar cerita yang bisa terlihat tanpa anda dengan sengaja harus mengeksplornya.

Hal itu juga bisa didukung dengan background foto atau kondisi lingkungan yang ada. Perhatikan foto kedua di atas, yang menjadi subjek foto mungkin terlihat biasa saja, tapi perhatikan kondisi background atau latar lingkungan, anda pasti mengerti maksud foto tersebut tanpa harus saya jelaskan.

3. Natural

Maksud dari natural di sini adalah foto human interest yang kita buat, seharusnya bersifat natural atau alami. Tanpa harus diarahkan atau diminta berpose seperti apa, jika sudah diminta atau diarahkan malah kita sudah punya model dong, jadi masuk kategori foto konsep atau malah portrait dengan model.

Mari Memotret Human Interest

4. Candid

Masih berhubungan dengan foto yang natural, agar supaya kita bisa mendapatkan pose yang alami, salah satu caranya adalah dengan teknik candid, ambillah foto tanpa diketahui oleh orang tersebut.

Agar supaya nyaman dalam mengambil foto candid, kebanyakan fotografer menggunakan lensa tele atau lensa dengan jarak fokal yang jauh seperti 200mm, memang dengan lensa tersebut kita mudah untuk mendapatkan efek candid, namun tak ada salahnya juga jika anda menggunakan lensa dengan fokal length yang pendek, foto di atas adalah salah satu favorit saya, berlokasi di salah satu pasar tradisional, saya menggunakan lensa 50mm untuk mendapatkan foto tersebut.

Namun jika anda tak punya kamera SLR atau kamera digital, manfaatkanlah yang ada. Saya pribadi jauh lebih mudah memotret candid menggunakan smartphone daripada menggunakan kamera SLR, yaialah… dari ukurannya saja sudah jauh berbeda.

Smartphone jika dilihat orang belum tentu untuk memotret, mungkin saja orang yang memegang sedang sms-an atau yang lain, lah.. kalau kamera, ya pasti untuk memotret, kan tak mungkin dipake buat nelpon hehehe.

Apalagi dengan fleksibilitas dan portabilitas yang dimiliki smartphone, pasti anda selalu siap dengan smartphone kemana-mana.

Mari Memotret Human Interest
Credit foto : Mijail Vallejo, Equador.
Foto ini memenangkan Sony World Photography Award, Mobile Phone Category,
artinya foto ini diambil menggunakan kamera mobile phone. Wow. Sumber : distractify.com

5. Komposisi

Masih ingat dengan bahasan Komposisi Rule of Thirds ? Anda bisa pergunakan komposisi tersebut juga dalam memotret human interest.

Namun jangan terpaku dengan komposisi tersebut, karena komposisi yang baik juga bila anda mampu menampilkan bahasa tubuh dari subjek foto atau ekspresi yang ditunjukkan subjek foto.

6. Pahami peralatan yang anda gunakan

Jika anda menggunakan kamera SLR, pastikan anda memahami benar cara penggunaan kamera anda, jangan sampai sebuah momen terlewatkan hanya karena anda kebingungan, dimana harus mengatur ISO yang kelewat tinggi.

Demikian juga berlaku jika anda menggunakan smartphone, jangan sampai salah tekan aplikasi yaa, mau tekan kamera eh malah yang terpilih aplikasi chatting atau malah camera 360.  -____-

Intinya kuasailah pengoperasian peralatan yang anda miliki, karena kamera yang terbaik untuk memotret adalah kamera yang anda pegang saat ini, pastinya.

7. Hargai privasi orang lain

Ingat tujuan utama foto human interest adalah menggugah atau memotivasi orang yang melihat, namun bagaimana jika yang difoto saja tidak merasa nyaman karena merasa terganggu privasinya?

Di sini sebagai fotografer kita harus belajar menghargai orang lain apalagi menyangkut privasi. Saya sering melihat banyak fotografer yang memperlakukan subjek fotonya seolah seperti mangsa buruan (makanya kan lahir istilah hunting foto, hunting ya berburu hehe).

Kondisi seperti ini sering saya lihat dalam pemotretan model, apalagi modelnya satu dan fotografernya sepuluh atau lebih, waahh…

Yang terpikir disitu hanya bagaimana saya mendapatkan angle yang bagus, spot yang menarik, kadang bahkan menyepelekan modelnya nyaman atau tidak, walaupun tetap itu memang tuntutan profesionalitas seorang model juga sih.

Eh kok jadi soal model sih, haha. Pokoknya saat anda memotret human interest, kenyamanan orang yang difoto tetap yang utama, jangan sampai membuat mereka tesinggung atau hanya diperlakukan sebagai objek foto saja, cobalah untuk berinteraksi, ngobrol sedikit atau tanya-tanya, dengan begitu tentu suasana jadi lebih rileks dan santai.

Mari Memotret Human Interest

Sebagai tambahan, untuk foto human interest biasanya orang menggunakan warna hitam putih, agar supaya perhatian orang yang melihat, tidak terdistraksi atau teralihkan dengan warna yang menonjol dan hanya terfokus pada subjek foto dan makna foto.

Namun kembali ke masing-masing kita juga, saya pribadi tetap mempertahankan warna yang ada, maksud saya adalah menunjukan keceriaan juga dalam foto supaya tidak terlalu gloomy, kalau semua foto black and white bisa-bisa saya di unfriend di path karena semua jadi sedih melihat foto-foto saya hehehe.

Demikian penjelasan ‘sederhana’ tentang fotografi human interest, semoga anda tidak bosan dan lelah membacanya :D. Jangan lupa baca juga Seri Belajar Strobist : Peralatan Yang Dibutuhkan.

Thanks for reading.

Baca Juga...

1 Response

  1. wahh makasih nih atas ilmunya ,, sangat berguna sekali bagi saya yang baru di dunia fotografi hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *