Berkat Data EXIF, Seorang Fotografer Mendapatkan Kembali Kameranya Yang Dicuri

Dalam beberapa artikel kami sebelumnya, telah ditekankan bagaimana pentingnya data EXIF untuk dimasukkan dalam karya foto anda, hal ini terbukti bagaimana data itu mampu mengembalikan kamera beserta lensa milik seorang fotografer yang dicuri dari dalam rumahnya !

Baca juga : Melindungi Hak Cipta Foto Anda : 6 Langkah Mengatur Copyright Di Lightroom

Dilansir dari Daily Mail, seorang fotografer asal Melbourne Australia bernama Jon Grundy pada 11 Juli 2014 kehilangan alat-alat fotografinya berupa kamera dan lensa dengan total harga hingga US$ 15000 atau sekitar 200 juta rupiah. Semuanya bermula saat Grundy mengiklankan dua lensa Canonnya secara online, seorang fotografer bernama Bryce Wilson tampaknya tertarik dengan penawaran Grundy, dia kemudian menghubunginya. Setelah Grundy memberitahukan alamat rumahnya, Wilson malah membatalkan penawaran yang dia ajukan sebelumnya.

Tak sampai satu minggu rumah Grundy dibobol maling dan dia kehilangan alat-alat fotografinya itu. Pada bulan Agustus 2014 Grundy mendapati Wilson mengirimkan foto ke postingan instagramnya yang menampilkan kamera Canon 5D Mark III serta lensa 35mm yang serupa dengan milik Grundy yang dibabat maling tadi, Wilson menyebutkan bahwa itu adalah ‘kamera barunya’.

Pada bulan Oktober Grundy dihubungi seorang fotografer yang juga bekerja bersama dengan Wilson, fotografer itu menunjukan foto Wilson yang pada bagian EXIF datanya menampilkan namanya Jon Grundy.

jongrundycopyright

Nama Jon Grundy tampil di data EXIF foto Bryce Wilson.

Mengetahui bahwa itu adalah kameranya sendiri, Jon Grundy pun langsung menghubungi polisi dan tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap Bryce Wilson dengan tuduhan perampokan. Polisi mendapati di rumah Wilson semua alat fotografi yang dicuri, setelah ditelusuri ternyata serial number kamera itu memang sama dengan serial number kamera milik Jon Grundy.

Bruce Wilson pun mengaku bersalah atas tuduhan perampokan itu dan mengungkapkan bahwa dia menyesali perbuatannya. Dia dijatuhi hukuman oleh pengadilan berupa pelayanan kepada masyarakat dan harus menjalani 100 jam kerja untuk masa hukumannya itu. Jon mengungkapkan bahwa alasan dia membeberkan masalah ini ke publik adalah karena dia mendapati bahwa Wilson masih saja meraup keuntungan atas foto-foto yang diambilnya menggunakan kamera curian itu. Dia juga berharap agar kisah ini menjadi pembelajaran berharga bagi fotografer lainnya di seluruh dunia.

Bisa anda lihat bagaimana pentingnya data EXIF itu di dalam foto anda ? Dalam kasus Jon Grundy kamera yang dimilikinya memiliki fitur yang memungkinkannya memasukan langsung data EXIF ke dalam foto setiap kali selesai memotret, tentunya itu hal yang praktis dan terbukti sangat bermanfaat. Jadi jangan sampai lupa untuk memasukkan data EXIF anda ya ke dalam setiap foto yang anda potret. Meski terlihat agak merepotkan tapi percayalah bahwa hal ini pasti akan sangat bermanfaat bagi diri anda dan juga bagi hasil karya anda.

(Sumber : Daily Mail)

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *