Memahami Cara Kerja Phase Detection Autofocus Lewat Video

Memahami Cara Kerja Phase Detection Autofocus Lewat Video

Sistem Auto Fokus pada kamera senantiasa menjadi penjelasan yang cukup rumit bagi kita yang mencoba untuk memahaminya. Secara garis besar, sistem autofokus terdiri dari dua sistem yang berbeda. Sistem yang pertama adalah sistem deteksi fasa (Phase Detection Auto Focus) dan sistem sistem deteksi kontras (Contras Detection Auto Focus). Sistem deteksi fasa pada umumnya dipergunakan di sistem kamera DSLR, hal ini lebih disebabkan karena pada sistem deteksi fasa konvensional membutuhkan cermin untuk memantulkan cahaya yang masuk dari diafragma.

Sistem deteksi fasa juga yang membuat kamera DSLR terasa berat dan besar karena harus memuat cermin dan lensa khusus untuk sensor autofokus di dalamnya, namun dengan paduan tersebut membuat sistem autofokus yang dimiliki oleh DSLR lebih baik atau lebih cepat dalam menentukan titik fokus dibandingkan dengan kamera digital yang menggunakan sistem deteksi kontras. Modul autofokus yang dimiliki DSLR juga berbeda-beda tergantung tingkatan kamera tersebut, hal paling mudah menentukan kecanggihan modul autofokusnya adalah dengan melihat berapa jumlah titik fokus yang dimiliki DSLR tersebut, kamera entry level dengan 9 titik fokus tentunya masih kalah dalam hal kecepatan menentukan dan mengunci fokus, jika dibandingkan dengan modul DSLR canggih yang memiliki 51 titik fokus.

Berbeda dengan sistem deteksi fasa, sistem deteksi kontras hanya menggunakan sensor utama kamera guna menentukan titik fokus, hal ini menyebabkan sistem kontras jauh lebih lambat dalam menentukan titik fokus dan menguncinya, namun membuatnya tak memerlukan cermin sehingga ukuran dan berat dapat diminimize. Jika seandainya penejelasan tadi membuat anda bingung, silakan melihat video di bawah ini. Di situ diterangkan bagaimana cara kerja sistem deteksi fasa modern dibandingkan yang konvensional. Oh ya sistem deteksi fasa modern digunakan pada mirrorless keluaran saat ini, sistem ini menggunakan modul autofokus yang terpasang bersama-sama dengan sensor utama. Hal ini menyebabkan kamera tak membutuhkan cermin lagi (mirrorless) karena sensor autofokus sudah menyatu dengan sensor gambar. Sistem ini bisa juga dikatakan merupakan perpaduan sistem deteksi fasa dan deteksi kontras dengan mengambil kelebihan masing-masing dan dijadikan satu. 

Baca juga : Bagaimana Menghindari Foto Salah Fokus

 

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *