Memotret Bangunan Publik Di Eropa Harus Membayar Terlebih Dulu ?

Di Eropa, kebebasan seorang fotografer untuk memiliki hak cipta atas fotonya, yang memotret objek berupa bangunan ataupun patung milik publik, tanpa harus merasa kuatir untuk membayar fee atau harus meminta izin terlebih dahulu, dikenal dengan sebutan “Freedom of Panorama“.

“Considers that the commercial use of photographs, video footage or other images of works which are permanently located in physical public places should always be subject to prior authorisation from the authors or any proxy acting for them”Sebuah surat kabar yang dikelola komunitas wikipedia, The Signpost melaporkan bahwa tanggal 16 Juni lalu, Komite urusan hukum di parlemen Eropa sementara memasukan amandemen reformasi hak cipta yang dinyatakan sebagai berikut :

Jika diterjemahkan bebas berarti bahwa setiap penggunaan foto, rekaman video atau gambar lain untuk  tujuan komersial dari karya atau properti permanen yang terletak di tempat umum, harus selalu tunduk pada otoritas pemilik atau pemegang hak cipta bangunan tersebut !
Semua anggota parlemen Eropa kabarnya akan memberikan suara lewat voting reformasi peraturan ini pada 9 Juli 2015 mendatang. Jika seandainya UU ini disahkan, maka hal ini akan menyatukan seluruh UU “Free of Panorama” di seluruh Uni Eropa, dengan cara yang ujung-ujungnya akan membatasi hak fotografer untuk memotret di ruang publik.

Alih-alih memotret, memublikasikan ataupun menjual gambar yang meliputi bangunan serta patung itu, malahan bisa saja fotografer akan dipaksa untuk mendapatkan izin terlebih dahulu, dari pemilik atau pemegang hak ciptanya, malah mungkin saja fotografer diharuskan untuk membayarkan sejumlah uang untuk biayanya.

“Hal ini akan mengakhiri sebuah tradisi lama di banyak negara yang mengatur bahwa langit ataupun properti publik adalah milik semua orang. ” Tulis The Sign Post.

Berikut adalah peta kondisi Eropa mengenai hukum Free of Panorama.

Memotret Bangunan Publik Di Eropa Terancam Harus Membayar Royalti ?

Jika seandainya aturan itu diloloskan parlemen, maka peta kebanyakan negara akan berubah merah atau kuning. Hm tentunya peraturan ini juga akan turut mengekang kebebasan anda yang mungkin ingin berkunjung atau berwisata ke Eropa. Jangan heran kalau anda tiba-tiba didenda hanya karena anda memotret bangunan publik di Eropa, karena anda tak meminta izin terlebih dahulu.

Adapun fotografer yang berkepentingan di Eropa, dapat membantu agar supaya kebebasan panorama atau Freedom of Panorama masih bisa dilestarikan, caranya dengan menghubungi anggota parlemen, dan berharap pengertian mereka sehingga suara di voting 9 Juli nanti bisa berubah, dan amandemen ini tak jadi dilaksanakan.
“may be overturned in the full vote of the Parliament on 9 July—if enough individual MEPs can be persuaded to go against the Legal Affairs Committee’s current text,” tulis The Signpost.

(Disadur dari The Signpost via Petapixel)

Baca juga :

 

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *