Mengejar Matahari di Tanah Misi

Jika teman-teman sudah membaca postingan saya sebelumnya Sunset Most Wanted  maka pasti anda sudah tahu, bahwa dua foto yang belakangan ini, benar-benar menjadi most wanted bagi saya adalah foto sunset dan sunrise. Dimana keterbatasan waktu dan kemalasan yang menyebabkan langkanya kedua jenis foto tersebut tampil dalam gallery baik blog atau yang lainnya.
Setelah minggu kemarin saya berburu sunset sampai puluhan kilometer hingga di Kakas, maka sunrise kali ini tidak perlu sampai berpuluh kilometer, cukup di dalam kota saja. 🙂 (kalo cuma dekat, kemana aja selama ini) hehe.
sunrise-tanah-misi-2
Berawal dari melihat foto teman di instagram, foto sunrise di Tanah Misi dan fotonya keren broh. Lah perasaan tanah misi udah dari beberapa tahun lalu sering sekali saya kunjungi bersama teman-teman waktu itu. (masa lalu membayang :D) Dan saya tidak tahu di situ sunrisenya keren. Oke harus pergi kalau begitu, masakan yang jauh-jauuuh sekali bisa, lah ini cuman deket gak bisa. Esoknya saya tanya teman-teman youth ada yang mau ikut ke tanah misi, dan responnya lumayan. Beberapa mau ikut, oke siplah diatur jadwalnya, kumpul dimana, jam berapa. 

Nah, karena yang dikejar adalah sunrise maka tidak lucu kalau kita pergi kesana pukul 7 pagi, itu sih bukan sunrise tapi sunpanas haha, maka kami janjian pukul 4.30 kumpul di Gereja lalu berangkat. Karena yang paling semangat saya maka yang lumayan on time saya juga, haha. Dan meski semua sudah terkumpul, tapi karena sesuatu dan sebagainya yang tidak selayaknya diutarakan disini xD perjalanannya molor.

Kita berangkat sudah hampir pukul 5 pagi. Ketika kami berangkat sudah sedikit tampak kisi – kisi si matahari (kayak UAN aja), maka dikebutlah si merah kesayangan. Tanah Misi adalah dataran tinggi yang berada di Kelurahan Pinangunian, Kec. Aertembaga Kota Bitung. Sudah kayak mendaki Gunung Dua Sudara saja, begitu di atas memang sudah terlihat puncak gunung tersebut yang tertutup awan.

Sunrise di tanah Misi

Jalan ke Pinangunian sendiri sudah bagus, di aspal baik, yang jadi soal  tentu adalah tanjakan dan belokan. Mengejar sunrise kali ini kita harus melewati tanjakan dan belokan yang sangat menguras konsentrasi dan bensin salah sedikit anda bisa berakhir di pepohonan berkawan dengan monyet atau burung kasuwari.

Motor saya pacu 40 – 60 kpj, dan ini bukan sirkuit Sagerat yang bisa semau anda, adanya belokan, tanjakan dan bermodalkan cahaya lampu,kiri kanannya hutan, untung langit sudah sedikit terang. Tapi itu malah membuat was-was juga, jangan-jangan sampai disana si matahari sudah pergi jauh tinggi di angkasa (lebay).

Dari Pinanguniannya kita masih harus menempuh jarak lumayan juga ke Tanah Misi. Dan jalannya belum bagus, tapi lumayanlah, yang parahnya pas mau naik ke lokasi huntingnya, benar-benar parah. Teman-teman yang membonceng sampai ada yang harus turun, supaya motornya bisa naik ke lokasi.

Sunrise di tanah Misi

Yup, semua usaha kami tak ada yang sia-sia, pemandangannya keren broh… maksud saya keren itu betul-betul keren, haha. Mataharinya belum muncul waktu kami sampai tapi cahayanya itu sudah merekah di balik awan.

Syukur juga tidak mendung, cuma segelintir awan saja. Tidak menyangka juga kalo bisa keren begitu soalnya beberapa kali saya kesini itu sekitar 4-5 tahun lalu, dan tidak tahu sunrisenya keren. Ah tak apa-apalah… Sudah terbayarkan penasarannya.

Kalau teman-teman bertanya kok beda-beda ya fotonya, haha iya yang paling atas itu foto sudah terbit penuh, sekitar pukul 6 pagi, yang keunguan itu waktu baru mau merekah, semua foto diambil menggunakan DSLR dengan format RAW agar mudah mengatur white balancenya.

Oh ya satu lagi, suhu di atas itu dingin, jadi pakailah pakaian yang layak, jangan pakai bikini yah kalau tak mau menggigil. Hahahaha.

Thanks buat Cole yang sudah menginspirasi dengan foto tanah misinya, thanks juga buat teman-teman Youth yang sudah menemani hunting kali ini, next huntingnya pasti takkan lama lagi. 😀

Last but not least, thanks for reading guys. Enjoy.
(Klik pada foto untuk ukuran besar)

Sunrise di tanah Misi

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *