Belajar Foto Makro Dengan Reverse Ring

Kali ini kita akan belajar foto makro menggunakan teknik reverse ring. Dengan teknik ini anda tak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli lensa khusus untuk makro. Mari kita pelajari bersama.

Foto makro sendiri mengacu pada jenis foto yang menghasilkan perbesaran 1:1 atau seperti aslinya, namun untuk bisa menghasilkan foto dengan perbesaran seperti itu, kita membutuhkan lensa khusus makro yang harganya cukup menguras dompet.

Belajar Foto Makro Dengan Reverse RingMeskipun begitu foto makro cukup disukai oleh kalangan fotografer, karena dengan fotografi makro kita bisa bereksperimen dalam memotret hewan dengan ukuran yang kecil, sehingga bisa terlihat besar di dalam frame foto.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan foto makro tanpa harus mengeluarkan biaya untuk membeli lensa khusus makro.

Cara Membuat Foto Makro Murah Meriah

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan ekstension tube, cara ini dengan menambahkan semacam pipa di antara lensa dengan kamera, dengan begitu jarak fokus lensa bisa menjadi semakin dekat, sehingga kita bisa mendapatkan perbesaran foto yang lebih besar.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan filter close up, filter ini berfungsi seperti kaca pembesar, dengan menggunakan filter ini di depan lensa, kita akan mendapatkan lensa makro yang murah meriah.

Baca juga:

Cara yang ketiga adalah dengan  menggunakan lensa prime atau lensa 50mm yang dibalik, ketika lensa Anda dibalik, maka Anda akan mendapatkan lensa makro sederhana, namun dengan tingkat perbesaran yang mencapai 1:1 sama seperti lensa makro yang mahal.

Kali ini kita akan membahas bagaimana mendapatkan foto makro dengan membalik lensa, jika Anda memiliki lensa 50mm Anda bisa menggunakannya, jika tidak gunakan saja lensa kit yang ada.

Membalik Lensa Dengan Menggunakan Single Reverse Ring

Dalam prakteknya, kita akan membalik lensa sehingga mount lensa yang biasanya tersambung dengan kamera, kali ini berada di depan. Sedangkan ujung depan lensa yang akan tersambung dengan mount kamera.

Untuk bisa memasangkan lensa ke bodi kamera secara terbalik kita membutuhkan reverse ring. Reverse ring ini hanyalah berupa ring yang ukuran sisi satunya sesuai dengan ukuran mount kamera kita, sedangkan sisi satunya sesuai dengan ukuran filter lensa, saya sendiri menggunakan reverse ring untuk lensa 50mm Nikon dengan ukuran 58mm.

reverse ring

Lensa prime yang dipasang terbalik ke mount kamera menggunakan reverse ring. Photo Credit: Tiffany Mueller

Pastikan anda membeli reverse ring yang sesuai dengan merk kamera anda, karena mount kamera atau tempat masuknya lensa di kamera berbeda-beda tergantung merk.

Selain itu pastikan juga ukuran ringnya sama dengan ukuran filter untuk lensa anda, pada lensa 50mm Nikon ukurannya adalah 58mm, sedangkan untuk lensa kit ukurannya adalah 52mm.

Kekurangan utama dari reverse ring adalah kita kehilangan koneksi elektronik kamera dengan lensa, sederhananya kamera kita tak bisa membaca lensa yang terpasang, ya karena dipasangnya secara terbalik.

Tapi tentu saja kita tetap bisa memotret sekalipun lensa yang ada tak terbaca. Gunakanlah mode Manual. Setidaknya ada dua hal yang harus kita akali jika menggunakan reverse ring.

1. Kita tak bisa mengatur aperture atau bukaan lensa,

Pada lensa 50mm yang saya punya (Nikon 50mm seri AF-S), ketika dipasang secara terbalik, aperture yang ada secara default berada di bukaan yang terkecil (nilai f/16) sehingga cahaya yang masuk sangat sedikit, ketika mengintip dari viewfinder hanya terlihat gelap total.

Namun kita bisa membuka aperture dengan menggunakan tuas diafragma di lensa, dengan semacam tuas kecil ini kita bisa membuka aperture sampai ke bukaan terbesar.

Saya menggunakan tuas ini supaya bisa mengintip di viewfinder, apakah objeknya sudah terfokus atau tidak, namun disarankan saat memotret gunakanlah aperture atau bukaan yang kecil,.

Saya malah sering membiarkan di f/16 tadi, tentu supaya foto yang dihasilkan tajam dari ujung ke ujung, konsekuensinya kita harus memotret dalam kondisi cahaya yang melimpah atau menggunakan bantuan cahaya flash.

Baca juga:

Jika lensa 50mm yang Anda punya adalah seri lama (Nikon AF-D) maka Anda beruntung, di lensa tersebut Anda bisa mengatur diafragma dari lensa karena terdapat ring diafragma.

Menariknya ketika Anda menggunakan kamera Canon dengan seri lensa 50mmnya, Anda malah akan disuguhkan aperture terlebarnya (nilai f terkecil atau di f/1.8).

Hal ini akan membuat Anda memotret dengan area tajam yang sempit, potensi salah fokus pun besar sekali. Tapi jangan putus asa dulu, jika rajin mencoba malah hasilnya bisa luar biasa.

2. Kita tak bisa mengatur fokus dengan cara biasa

Untuk mendapatkan fokus yang tepat, ketika anda membuka diafragma lensa dengan menggunakan tuasnya, maju mundurkan posisi kamera menjauh atau mendekat dari objek yang difoto, sampai objek terlihat fokus di viewfinder atau di layar LCD.

Menggunakan live view mode di kamera akan sangat membantu Anda dalam mencari fokus ini.

Setelah Anda mendapatkan fokus pada objek yang ingin anda potret, lepaskan tuas diafragma tadi atau atur sedemikan rupa ke bukaan yang diinginkan (dikira-kira), kemudian tekan shutter.

Tentu ini akan cukup sulit jika anda memotret hewan yang kecil, namun sulit bukan berarti mustahil.

Satu hal lagi, data exif berupa nilai bukaan dan focal lensa yang digunakan tidak akan terekam di foto, yang terekam hanya data ISO dan shutter speed saja.

Berikut adalah hasil foto yang saya potret menggunakan teknik reverse ring ini.

Hasil foto dengan menggunakan lensa Nikon AF-S 50mm f/1.8G dibalik di kamera

Dengan menggunakan reverse ring, Anda sudah bisa mendapatkan foto makro dengan lensa yang paling murah seharga 3 juta, hanya dengan reverse ring seharga tak sampai 100ribu. Anda bisa melihat contoh foto makro dengan menggunakan reverse ring lensa tunggal di artikel Makro Lagi.

Tak ingin mengalami beberapa masalah di atas (sulit autofokus dan tak bisa mengatur diafragma)? Anda bisa mencoba cara kedua di bawah ini.

Makro Dengan Reverse Ring Double

Berbeda dengan cara di atas, kali ini kita akan menggunakan dua lensa. Lensa yang pertama yang terpasang di bodi kamera secara normal (lensa primary) adalah lensa middle tele.

Anda bisa mencoba lensa 85mm atau lebih panjang lagi agar supaya hasil foto nantinya terhindar dari vignette.

Lensa kedua (lensa secondary) yang kita pasang terbalik melekat ke moncong lensa pertama bisa menggunakan lensa 50mm. Untuk menyambungkan kedua lensa ini, kita membutuhkan coupler ring.

Coupler Ring Makro

Berbeda dengan reverse ring untuk melekatkan ujung lensa dengan mounting kamera, coupler ring ini untuk melekatkan ujung lensa primary dengan ujung lensa secondary.

Karena itu perhatikan diameter keduanya. Pastikan Anda membeli coupler ring (sering dikenal juga dengaa male to male ring) dengan diameter lensa yang sesuai dengan kedua lensa yang digunakan (mis. 58mm to 52mm, 58mm to 58mm).

Menggunakan dua lensa dengan coupler ring ini memungkinkan Anda untuk mengatur fokus seperti biasa (autofokus) dan tentunya mengatur diafragma (area tajam yang luas di hasil foto).

Menariknya jika menggunakan lensa lebar sebagai lensa secondary, tingkat perbesaran makro yang bisa Anda didapatkan akan lebih besar lagi.

****

Demikian penjelasan tentang foto makro menggunakan reverse ring,  jangan lupa juga baca artikel Bagaimana Memotret Human Interest.
Thanks for reading.

Baca Juga...

7 Responses

  1. Ajuss says:

    Saya beli Reverse macro Ring untuk lensa 52mm untuk lensa kit nikon d3200. Tapi pada saat dipasang status kamera terus terlutis “lensa blm terpasang”… ada solusi engga bro ?

    • Sheva says:

      Kalo kita menggunakan reverse ring memang komunikasi dengan kamera terputus bro, tapi pengalaman saya masih bisa tetap memotret kok. Silakan dicoba dulu.

  2. benk2 says:

    Mas….klu lensa e mount 18-50 mm,apa ada reverse ringnya….maklum newbie….mohon petunjuknyal

  3. yulvi setiyawan says:

    saya coba pakai reverse ring untuk kamera nikon d3400, tapi pas di coba tampilab pada view finder nya hitam, ga bisa mengakap gambar. gimana solusinya ya mas.?

    • Sheva says:

      Tampak gelap karena lensanya berada di bukaan terkecil, coba dites diperbesar bukaan lensanya menggunakan tuas di lensanya seperti di keterangan di atas

  4. Adrian says:

    Saya make lensa canon 50mm 1.8 II berhasil cm gelap sekali butuh flash, apa kah canon ada tuas diafragmany? Ngakalinnya gmn? Thanks

  5. alan says:

    maksih agan, sangat membantu sekali , sukses terus gan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *