Tur ke Bunaken Island

 Yup… Ini merupakan postingan pertama saya setelah melakukan perombakan besar-besaran di blog saveseva.com. Bagi teman-teman yang sebelumnya sudah sering berkunjung ke blog ini, maka tampilannya berubah cukup signifikan, jika anda membukanya dengan web browser pc atau laptop yah, soalnya jika mobile tampilannya sama.
Ada beberapa perubahan mayor yang saya buat di blog, seperti mengganti template, merapikan menu serta menambahkan beberapa halaman baru seperti privacy policy, contact dan sebagainya. Semua perubahan tersebut sebenarnya salah satu bentuk move on  setelah kemarin blog ini coba didaftarkan menjadi publisher Google Adsense, dan hasilnya seperti bisa ditebak, yup ditolak mentah-mentah. Hehe.

Oke, postingan ini bukanlah tentang  SEO dan kriteria blog diterima Google Adsense, karena sampai postingan ini diturunkan saya belum berani untuk mengajukan permintaan yang sama, hahaha. Kali ini saya akan membahas salah satu tempat wisata paling terkenal di Sulawesi Utara, yaitu Pulau Bunaken, suatu kawasan wisata yang rasanya terkenal sampai seluruh dunia, begitu terkenalnya sampai begitu banyaknya resor di pulau tersebut selain taman nasionalnya sendiri.

Tur ke Bunaken Island
Mejeng depan cottage di Bunaken Island

Pulau Bunaken sendiri terkenal dengan wisata bawah airnya, dimana keindahan koral dan terumbu karangnya beserta dengan spesies lautnya yang begitu luarbiasa, membawa Bunaken terkenal sampai manca negara. Namun kali ini yang akan kita bahas bukanlah mengenai keindahan bawah lautnya, kita akan menelusuri pulaunya sendiri.
Pulau Bunaken sendiri bisa dicapai dengan menggunakan perahu, sekitar 30 – 45 menit dari pelabuhan Manado.
Oh ya tour kali ini bersama dengan teman – teman dari PT. Gilontas Bitung, dan saya hanyalah tambahan semata, hahaha (tahu dirilah).
Rencananya sih kami berangkat dari Bitung hari Sabtu, dan akan menginap di Bunaken selama satu malam dan nanti pulang pada keesokan harinya, hari Minggu.

Kami tiba di Pulau Bunaken, sekitar pukul 3 sore, kalau tidak salah ingat yah, hehehe. Dan langsung disambut dengan pemandangan pasir pantai yang membentang, dengan kejernihan yang seolah memanggil – manggil kami untuk bercebur. Hahaha.
Setelah meletakkan barang – barang di rumah bapak kenalan kami, rekan kerja dari teman-teman semua ternyata. Kami lalu diajak bapak itu mengelilingi pulau Bunaken. Tidak mengelilingi semuanya sih, kita cuman menyusuri tepian pantai kemudian masuk ke perkampungan penduduk yang ada sambil melihat-lihat resort ataupun cottage yang jumlahnya cukup banyak di sekitar situ. Selain itu kita juga banyak kali berpapasan dengan bule yang tinggal di resort-resort tersebut. Hmm sebuah pengalaman yang takkan dilupa, pemandangan yang ada sungguh indah broh.. 😀

Tur ke Bunaken Island
Baru pulang melaut, ups bukan 😀
Tur ke Bunaken Island
Dermaga Pulau Bunaken
Memasuki perkampungan penduduk, kita akan menelusuri jalan – jalan yang dikelilingi pepohonan besar, kabarnya sih pohon-pohon besar di pulau tersebut sudah dilarang untuk ditebang, kesepakatan bersama penduduk dengan bule sama pemerintah daerah di Bunaken. Baguslah, supaya kelestariannya tetap terjaga. Jadi teringat suatu daerah yang pohon – pohon besarnya malah ditebang ckckck.
Tur ke Bunaken Island
Transportasi massal terpopuler 😀

Oh ya, angkutan umum di Pulau Bunaken adalah sepeda motor, anda takkan menjumpai mobil dan sejenisnya di sini. Salah satu alat transportasi yang cukup populer dan kayaknya seru adalah sepeda motor roda tiga dengan bak di belakangnya, lihat saja asyiknya para bule ini menaikinya, hehehe.
Kami melewati hampir sepuluh resort dan cottage sepanjang perjalanan, dan saya yakin kayaknya itu belum semuanya. Kebanyakan resort tersebut tertata bersih dan rapi, sangat khas deh. Sayangnya kami belum berkesempatan menengok kondisi di dalamnya seperti apa, nantilah lain waktu dan kesempatan, kali aja bisa nginap di resort (hahaha).

Tur ke Bunaken Island
Neng Ika ikutan mejeng nih

Setelah dirasa cukup muter-muternya kami pun kembali ke rumah bapak yang tadi. Oh ya bapaknya cuma dipanggil Bas aja, oke saya ikutan deh :D.

Target awal sebenarnya ketika diajak Neng Ika ke Bunaken sebenarnya adalah foto-foto, hehehe. Tertular dari akun-akun di instagram yang pamer foto traveling mereka, saya bertekad setidaknya bisa dapat foto sunset sama foto sunrise di Bunaken.

Ketika diajak kembali ke rumah, waktu sudah pukul 17.30, sempat khawatir juga sih tidak bisa keburu sunsetnya, apalagi sebelumnya diberitahu sama Basnya kalo sunsetnya gak bisa dapet karena tertutup Pulau Manado Tua. Tapi tak mengapalah pikir saya, setidaknya pantainya bisa difoto saat sunset, sudah syukur, hehe.

Sempat berlari lari kecil, kemudian menyempatkan diri memotret salah satu bangunan, yang sangat menarik perhatian saya semenjak dari perahu tadi sore, yah itu adalah Gedung Gereja GMIM Patmos Bunaken. Bentuknya yang seperti kastil, sangatlah mencolok terlihat dari tengah laut.

Tur ke Bunaken Island
Begitu sampai di pinggir pantai, yup seperti kata si bapak kalau mataharinya tidak terlihat, dan benar sekali, mataharinya memang tak kelihatan, selain karena mungkin tertutup pulau, tapi selebihnya karena garis lengkung pantai yang menutupi pemandangan matahari terbenamnya, tapi tak berkecil hati saya mengambil foto berikut ini.
Tur ke Bunaken Island
Foto Sunset di Bunaken

Malamnya kita menikmati makan malam yang enak banget, iya pake banget hehe diterangi lampu senter karena terjadi pemadaman listrik bergilir. Nanti pukul sembilan malam baru listriknya nyala lagi. Kami menghabiskan malam sambil menanti listriknya nyala dengan ngobrol di pinggiran pantai, haha sungguh menyenangkan.

Setelah listriknya menyala baru deh pulang ke rumah, beristirahat karena masih ada petualangan yang menanti di esok hari, mulai dari mengejar sunrise, sampai ke taman laut Bunaken, nantikan di postingan berikutnya yah teman-teman.
Thanks for reading. See you.

Tur ke Bunaken Island
Bakalan kangen dengan view ini..

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *