6 Kekeliruan Dalam Pengaturan Yang Dipilih Fotografer Saat Memotret Landscape

Dalam memotret landscape, kita tentunya tak bisa berharap segala sesuatunya berjalan lancar dan sesuai keinginan kita, selalu saja ada berbagai macam potensi kekeliruan atau kesalahan yang timbul, namun kita bisa meminimalisir hal tersebut, jika kita telah mengetahuinya terlebih dahulu.

slow speed-2

Berikut adalah beberapa kesalahan pengaturan yang sering dilakukan fotografer saat memotret landscape yang bisa anda pelajari dan tentu tidak melakukannya:

1. Menggunakan nilai aperture yang salah

Kebanyakan fotografer landscape saat memotret menggunakan nilai aperture yang besar atau bukaan yang kecil, tentu tujuan utamanya adalah agar supaya mendapatkan ketajaman maksimal dalam keseluruhan bidang fotonya.

Baca juga :
 
Bidang tajam dalam foto atau Depth of Field memang penting dalam fotografi landscape, karena dengan bidang tajam yang luas, maka bagian foto mulai dari yang dekat dengan kamera hingga garis cakrawala yang jauh akan tetap terlihat tajam.
Namun sayangnya ada juga fotografer yang kurang memahami bahwa penggunaan bukaan yang terlampau kecil, malahan akan menyebabkan foto tersebut berkurang ketajamannya karena apa yang disebut difraksi lensa. Menggunakan nilai aperture seperti f/22- f/32 malah akan menyebabkan foto yang anda hasilkan terasa soft.
Untuk pilihan bijaknya, akan lebih baik jika anda memoderasi pilihan nilai aperture yang akan digunakan, lebih baik anda menggunakan nilai aperture di tengah-tengah seperti f/11-f/16, anda mungkin akan kehilangan sedikit area yang tajam, namun anda tetap menjaga ketajaman gambar secara keseluruhan !

2. Memilih menggunakan autofocus ketimbang manual focus

Menggunakan autofokus memang sangat mempermudah seorang fotografer, namun saat anda memotret landscape, ada lebih banyak alasan mengapa anda lebih baik menggunakan manual fokus saat memotret.
Diantaranya adalah autofokus akan sulit menemukan titik fokus dalam kondisi remang atau kurang cahaya, di saat anda memotret sunset ataupun sunrise maka anda akan menemukan lingkungan yang remang di sekitar anda, dan saat itu biasanya kinerja autofokus akan drop dan kebingungan menemukan titik fokus (hunting).
Jika anda menggunakan manual fokus, anda bisa memanfaatkan layar LCD untuk zoom dan memastikan bahwa fokus sudah tepat.
031/365: 60 second walk

3. Melakukan zoom setelah mengunci fokus

Kesalahan berikutnya yang kerap dilakukan fotografer tanpa sengaja adalah melakukan zoom setelah terlebih dahulu mengunci fokus.
Terkadang setelah kita mendapatkan titik fokus yang diinginkan, menguncinya lalu menyadari bagaimana jika kita ingin mengubah focal length lensa yang kita gunakan, maka saat anda melakukan zoom baik itu zoom in atau out, seketika itu juga titik fokus anda akan bergeser, sehingga foto jadi tidak fokus seperti semula.
Anda mungkin bisa mengatasinya dengan bukaan yang kecil, tapi cara paling efektif dan sederhana adalah dengan melakukan focusing sekali lagi tiap kali anda mengubah panjang fokal lensa.

4. Mengandalkan auto white balance

Terkadang kita tak mau direpotkan dalam memotret,khususnya untuk sibuk mengatur white balance yang kita gunakan.
Masalahnya sering kamera kita salah dalam menentukan white balance yang sesuai dengan kondisi pemotretan, kadang-kadang foto yang kita hasilkan terlalu warm atau sebaliknya tampak cool.

Untuk mengatasinya anda bisa mencoba memotret dalam format RAW, Dengan begitu anda akan memperoleh kemudahan dalam mengubah setingan white balance di software nanti.Photographing Maldives

5. Tidak menggunakan tombol DoF preview saat memakai Graduated ND Filter

Fotografi landscape tanpa filter bagaikan sayur tanpa garam, walaupun kemampuan software saat ini sudah sangat mumpuni untuk mengaplikasikan berbagai efek filter, namun ada kalanya seorang fotografer tidak mau terlalu disibukkan dengan editing pada post process, karena itulah hadir filter yang bisa membantu anda.

Lagipula ada beberapa filter yang fungsinya tak bisa digantikan oleh software.GND filter berfungsi utamanya saat anda memotret kondisi yang terlalu kontras antara langit dan daratan, dalam hal ini biasanya ketika anda memotret sunset atau sunrise, dimana bagian langit terlalu terang sehingga bagian daratannya takkan terekspos dengan baik.

Dengan menggunakan GND Filter hal ini bisa teratasi, karena filter ini memiliki bagian yang gelap dan terang, yang tentu bisa anda sesuaikan, Masalahnya kadang kita sering salah memposisikan filter tersebut, karena viewfinder kita tak menunjukan aperture sesuai yang kita atur.

Untuk itu gunakanlah tombol depth of field yang tersedia dengan begitu tampilan di viewfinder akan sesuai dengan pilihan aperture yang anda mau, misalnya anda mengatur f/16, maka tampilan di viewfinder juga akan menampilkan f/16. Jika tidak ditekan, maka viewfinder akan menampilkan gambar dengan bukaan terbesar lensa.

6. Menggunakan kompensasi eksposure saat memotret dengan RAW

Terkadang saat memotret landscape, fotografer umumnya akan menaruh perhatian utamanya ke bagian yang terang dalam foto, baik itu bagian langit, awan atau bagian yang rentan over eksposure, sambil melihat pada higlight warning kamera.

Untuk menjaga foto tidak over, maka seorang fotografer biasanya akan meneliti histogram yang ada di kamera, dan bila over akan menggeser nilai kompensasi eksposure ke arah negatif. Sementara format file yang dipilihnya adalah RAW !

Satu hal yang perlu anda tahu, bahwa histogram sesungguhnya merepresentasikan eksposure foto dalam versi JPEG, berdasarkan pengaturan kamera yang anda gunakan saat itu.

File RAW sendiri berisi informasi yang jauh lebih banyak dari JPEG, menampung lebih banyak detail shadow dan highlight, daerah yang tampaknya overeksposed kemungkinannya tidak begitu saat anda membuka dalam format RAW.

Tentu tampaknya mudah untuk mengambil gambar dengan kompensasi eksposure aktif, yang pada akhirnya akan menghasilkan foto yang under, namun ketika anda menaikkannya dengan software, masalah lainnya akan timbul, yaitu noisenya juga akan lebih banyak muncul di bagian yang gelap.

Sebaliknya memotret dengan membiarkan foto di layar tampak sedikit over, namun sesungguhnya tidak ketika dibuka dalam format RAW akan membantu anda untuk mengetahui sampai mana tingkat shadow dan highlight sebelum benar-benar kehilangan detailnya. Juga akan membantu anda melakukan post process tanpa kuatir dengan noise.

Demikian beberapa setingan kamera yang kerap kali keliru dipakai oleh seorang landscaper, jika anda punya pengalaman lain soal landscape jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar.
(Disadur dari : Digitalcameraworld)

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *