Seri Belajar Strobist – Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Pemula

Pada seri belajar strobist sebelumnya, kita sudah mempelajari apa yang dimaksud dengan teknik strobist serta manfaat apa saja yang kita dapatkan, dengan menerapkan teknik strobist dalam fotografi.

Kini kita akan melihat peralatan apa saja yang kita butuhkan untuk bisa mencoba teknik strobist ini.

#76 - The Harvest Writer

Pemotretan outdoor dengan menggunaan teknik strobist. Setting: flash YN460 II sebelah kiri kamera ditembakkan dengan full power

Sebagai dasar untuk memulai fotografi dengan teknik strobist, kita membutuhkan beberapa peralatan dengan fungsinya masing – masing, berikut adalah beberapa peralatan standar untuk belajar strobist bagi pemula :

1. Light Stand

Light stand memiliki fungsi yang sama dengan tripod, hanya saja bedanya adalah jika di tripod kita menaruh kamera kita, maka di light stand kita meletakkan flash eksternal yang ada.

Ukuran light stand sendiri bermacam -macam, mulai dari tinggi maksimal 1.5m sampai yang ukuran tinggi mencapai 2.3m atau bahkan lebih.

sample-light-stand

Dalam memilih lightstand, sesuaikanlah dengan kebutuhan  dan juga budget kamu tentunya hehe. Jika dalam pemotretan kamu lebih sering di luar ruangan, tentu akan lebih baik jika mencari light stand dengan ukuran yang kompak dan bobot yang tidak terlalu berat.

Namun pastikan juga kualitas material light stand yang kamu pilih terjamin dan tahan lama, tentu itu juga berpengaruh ke harga yang harus kamu tebus.

Baca juga:

Di pasaran saat ini bisa kamu temui bermacam-macam light stand, cobalah search kata kunci light stand, kamu bisa mendapatkan produk dengan harga mulai dari Rp.130rb untuk tinggi maksimum sekitar 1.8m.

Sama seperti peralatan fotografi lainnya, biasanya semakin bagus kualitas bahan light stand, maka harganya pun semakin tinggi. Namun bagi pemula, light stand dengan ukuran standar 1,8m tadi sebenarnya sudah sangat mencukupi.

2. Umbrella Holder

Umbrella holder juga berfungsi sebagai flash shoe, Fungsi utama dari umbrella holder agar supaya flash eksternal kamu bisa diletakkan di atas light stand. selain itu umbrella holder sesuai namanya, memiliki lubang yang bisa dimasukkan gagang payung yang akan kita gunakan.

Harga umbrella holder saat ini dengan materi yang terbuat dari plastik keras mulai dari Rp.75rb dan semakin tinggi harganya, tentu kualitas dari umbrella holder tersebut semakin bagus.

Umbrella-Holder-With-Flash-Shoe-For-Light-Stand-or-1-4-

Umbrella holder juga memiliki bermacam jenis, ada yang bisa menampung hanya satu flash eksternal saja, ada juga yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menahan 2 sampai 3 buah flash eksternal.

3. Payung Putih Transparan

Payung putih transparan merupakan light modifier paling sederhana  yang akan kita gunakan pada teknik strobist sebagai perkenalan. Selain payung putih, tersedia bermacam-macam alat yang biasanya digunakan untuk memodifikasi cahaya lampu kilat, misalnya softbox ataupun  flashbender

Namun bagi yang baru belajar bermain strobist, payung putih transparan ini sudah sangat memadai.

Fungsi utama dari payung putih adalah supaya cahaya dari flash eksternal tidak terlalu keras mengenai objek yang akan kita potret, dengan payung putih maka cahaya flash akan dilembutkan dan menyebar merata.

umbrela

Sebenarnya ada bermacam-macam jenis payung yang bisa kita pergunakan, namun untuk awal belajar strobist, payung putih ini wajib untuk kita miliki. Ukuran payung juga beragam, mulai dari diameter 20inci sampai 60inci. Harganya pun berkisar dari Rp.60rb sampai 300 ribu atau lebih.

4. Trigger dan Receiver Wireless

Peralatan berikutnya yang kita perlukan adalah trigger dan receiver wireles, kegunaan utama dari keduanya adalah supaya kita bisa menghubungkan kamera yang kita punya dengan flash eksternal yang berada terpisah. Karena wireless maka kita tak perlu direpotkan dengan adanya kabel yang panjang di area pemotretan.

Meski begitu, hal ini juga menghadirkan kelemahan tersendiri. Karena bekerja dengan sinyal radio, kadangkala pada trigger dan receiver dengan kualitas tak terlalu bagus, receivernya pada jarak tertentu sudah tak mampu menangkap sinyal dari trigger, sehingga flash yang ada pun tidak menyala.

Wireless Trigger

Fungsi utama trigger wireless adalah supaya flash eksternal bisa menyala meski terpisah dari bodi kamera

Belum lagi kalau receiver kita menerima sinyal dari trigger yang lain, hal ini sering terjadi jika kita mengikuti acara hunting foto bersama, dan menggunakan trigger dan receiver yang pasaran hehe.

Baca juga:

Harga flash trigger sendiri beragam sesuai dengan kualitasnya, mulai dari yang paling murah dan paling populer di Indonesia ada PT 04 NE di kisaran harga 200ribuan, sampai harga trigger di kisaran jutaan rupiah seperti Pocket Wizard atau Phottix.

Trigger-Wireless

Perbedaan utama dari trigger yang murah dan mahal, adalah dari segi kualitas dan fitur, yang mahal biasanya memiliki fitur yang lebih banyak, mulai dari mendukung mode TTL(Through the Lens), ada juga mendukung pemotretan dengan kecepatan tinggi atau High Speed Sinc.

Untuk permulaan kamu bisa menyesuaikan dengan budget yang ada, jangan sampai juga kamu membeli yang terlalu mahal, namun tidak bisa memanfaatkan fiturnya secara keseluruhan.

****

Keempat peralatan di atas ditambah dengan flash eksternal yang kamu miliki merupakan peralatan standar yang bisa digunakan, untuk memulai berlatih menggunakan teknik strobist.

Bisa dilihat bahwa harga peralatan tersebut sangatlah terjangkau. Untuk sekedar belajar dan menghasilkan foto yang bagus, peralatan di atas sudah sangat memadai.

Kamu bisa mendapatkan peralatan strobist di atas di toko-toko kamera di kotamu, jika belum ada silakan dicek di beberapa toko online semacam Focus Nusantara atau MLM Foto.

Demikian pembahasan peralatan yang kita butuhkan dalam belajar strobist. Nantikan seri belajar strobist selanjutnya.
Thanks for reading.

Photo credit: John O’Nolan

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *