Fotografer Wanita Pertama Di Jepang Berusia 101 Tahun , Masih Bersemangat Memotret Di Usia Senja!

Tsuneko Sasamoto, demikian nama nenek ini. Meski di usianya yang sudah senja, dia masih saja bersemangat dengan kamera dan lensanya untuk memotret.

Seperti dilansir dari ZaikeinewsTsuneko Sasamoto dikenal sebagai fotografer jurnalis wanita pertama di Jepang, dia memulai kiprahnya sebagai fotografer profesional di usia 25 tahun dan telah mengabadikan momen sebelum  dan sesudah perang  di Jepang.

Fotografer Wanita Pertama Di Jepang Berusia 101 Tahun , Masih Bersemangat Memotret Di Usia Senja!

Uniknya, Sasamoto juga menjadi salah satu fotografer tertua di dunia, yang hingga saat ini masih setia menghasilkan karya fotografi. Bayangkan saja, usianya saat ini adalah 101 tahun!

Pada tahun 1985 beliau mengadakan sebuah pameran foto di usianya yang ke 71 tahun. Pameran tersebut juga sekaligus menandakan kembalinya dirinya ke dunia fotografi.

Fotografer Wanita Pertama Di Jepang Berusia 101 Tahun , Masih Bersemangat Memotret Di Usia Senja!

Sasamoto dengan kameranya saat di usia 20an

Sepanjang karirnya, dia telah dianugerahi beberapa penghargaan, antara lain the 16th Diamond Lady Prize pada tahun 2001 dan pada tahun 2011 dia memenangkan penghargaan the Eiji Yoshikawa Culture Prize.

Sasamoto juga telah menerbitkan photobooknya sendiri pada tahun 2011, saat itu usianya adalah 97 tahun.

Fotografer Wanita Pertama Di Jepang Berusia 101 Tahun , Masih Bersemangat Memotret Di Usia Senja!

Cover photobook dari Sasamoto

Berikut adalah video yang menampilkan Sasamoto saat mempromosikan photobooknya di usia tersebut.

Insiden yang terjadi pada tahun 2014 lalu menyebabkan nenek ini harus mengalami patah pada tangan kiri dan kedua kakinya, dia pun harus menjalani rehabilitasi tiga kali seminggu guna memulihkan kekuatan tangan dan kakinya agar bisa memotret kembali.

Bahkan dalam kondisi seperti itu, Tsuneko Sasamoto masih tetap intense dalam memotret, sebuah proyek foto pun dia kerjakan. Kali ini dia memfokuskan diri untuk memotret bunga, proyek foto bunganya disebut “Hana Akari” atau bunga yang bercahaya.

Disebutkannya bahwa proyek foto ini untuk mengenang teman-teman beliau yang telah berpulang terlebih dahulu. Dalam sebuah wawancaranya dia menyinggung akan hubungan manusia dengan bunga, yang disebutnya sangat berkorelasi dan ingin terhubung bersama teman-temannya itu lewat proyek fotonya.

“Jangan pernah merasa malas, hal yang penting adalah tetap positif dalam hidup dan jangan pernah menyerah!” Demikian pesan nenek fotografer ini dalam wawancaranya dengan NHK,

Sebuah pesan moral yang tentu sangat menggugah kita untuk tetap berkarya dalam hidup. Jika seorang nenek berusia 101 tahun saja bisa tetap semangat memotret, tentu kita juga seharusnya tetap semangat dalam mengembangkan karya kita!

(Sumber : Zaikenews, Petapixel, NHK)

Baca Juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *