Review Pribadi Lensa Nikon AF-S 50 mm F/1.8 G

Nikon menyebut lensa ini dengan nama AF-S Nikkor 50 mm f/1.8 G, lensa ini merupakan salah satu dari rangkaian lensa 50mm, yang dimiliki Nikon. Lensa ini juga merupakan jenis lensa fix.

Untuk mengetahui istilah – istilah dalam fotografi, teman – teman bisa googling untuk mencari tahu. Semoga beberapa waktu kedepan saya bisa membuat artikel di web ini mengenai istilah-istilah fotografi tersebut.

Review Pribadi Lensa Nikon AF-S 50 mm F/1.8 G

Kembali ke topik utama kita yaitu lensa Nikon 50 mm. bisa dikatakan lensa ini termasuk dalam rentang harga yang cukup terjangkau bagi fotografer, yang mungkin cukup ketat dalam hal budget.

Harga lensa ini sekitar Rp.2,7 juta rupiah di toko online fokusnusantara. Gara-gara dolar naik maka semua harga peralatan fotografi juga terkerek naik, padahal saya membeli lensa ini tahun 2014 harganya masih Rp. 2.2 juta wuih lumayan juga naiknya

Di postingan ini saya akan mereview kinerja dari lensa ini, dan seperti judulnya ini adalah review pribadi, artinya bisa saja penilaian ini subjektif berdasarkan apa yang saya rasakan, setelah menggunakan lensa ini selama satu tahun lebih. Monggo dibaca yah.

Dimulai dari teknis lensa ini sendiri, lensa 50mm sendiri merupakan penerus dari lensa Nikkor 50 mm f/1.8 AF D, perbedaan kedua lensa sendiri adalah yang AF S memiliki motor fokus di lensa sehingga bisa autofokus di kamera Nikon seri entry level atau pemula seperti D3100, D3200, D3300 dan juga D5200, D5300 atau D5500.

Untuk seri 50mm AF D tidak bisa dikarenakan pada kamera – kamera yang saya sebutkan diatas tidak memiliki motor fokus di body kamera, jadi fokus yang ada hanya bisa manual, lensa seri D hanya bisa fokus di kamera Nikon yang memiliki motor fokus di bodinya seperti seri D7000 ke atas dan seri Nikon full frame seperti D600, D700 keatas.

Review Pribadi Lensa Nikon AF-S 50 mm F/1.8 G
AF-S Nikkor 50mm f/8 1/100s

Lensa AF S 50 mm ini juga sebenarnya dirancang untuk digunakan di kamera full frame, atau Nikon mengistilahkannya dengan kamera seri FX.

Tetapi lensa ini tetap juga bisa digunakan di kamera Nikon seri entry level dengan ukuran sensor APSC, tetapi karena ukuran diameter lensa lebih besar dari sensor, maka kita sebenarnya hanya menggunakan lensa ini pada diameter tengahnya saja, atau kita tidak sepenuhnya memanfaatkan lensa ini di kamera APSC atau seri Nikon DX.

Apa keuntungannya ? Biasanya sisi paling tajam lensa terletak di bagian tengah lensa tersebut, jadi bisa dikatakan kita hanya memanfaatkan sisi tertajam dari lensa ini.

Focal length atau panjang fokal lensa ini sendiri adalah 50mm tapi itu jika digunakan di kamera full frame, jika saya menggunakan di kamera saya Nikon D3200 maka panjang fokalnya akan berubah menjadi 75mm, hal itu sesuai dengan rumus panjang fokal Nikon APSC, 1.5 kali panjang fokal yang tertera di lensa, jadi 1.5 x 50 = 75 mm ( hehe pusing deh, fotografi itu juga takkan lepas dari rumus dan hitung-hitungan matematis )

Dengan focal length yang menjadi 75 mm, maka lensa ini lebih ideal untuk memotret portrait orang dari bahu sampai kepala, jika mau memotret seluruh badan maka kita harus mundur beberapa langkah kebelakang.

Salah satu ciri khas lensa fix yaitu kita hanya bisa zoom in dan out dengan menggunakan kaki, artinya kita harus maju atau mundur untuk bisa mendapatkan sudut pandang yang kita inginkan. Hal tersebut tentu kurang praktis jika kita memotret dalam ruangan yang begitu terbatas areanya.

Salah satu kelebihan dari lensa ini adalah bukaannya yang sangat besar sampai 1.8, dengan bukaan sebesar itu, ada banyak keuntungan yang bisa kita peroleh antara lain ;

  • Mudah memotret dalam kondisi low light, atau dalam kondisi dengan pencahayaan kurang, karena dengan bukaan besar maka cahaya yang masuk juga lebih banyak, sehingga kita bisa menggunakan shutter speed lebih cepat.
  • Sangat mudah mendapatkan bokeh atau bagian foto dengan blur/out of focus pada foto, cukup dengan menyetel pada bukaan terbesar, maka efek bokeh bisa didapatkan dengan mudah

 

Review Pribadi Lensa Nikon AF-S 50 mm F/1.8 G
AF S Nikkor 50 mm f/1.8 1/3200s Model : Nellani

Kelemahan dari lensa ini antara lain adalah :

  • Body yang terasa kurang kokoh karena terbuat dari plastik
  • Tidak memiliki fitur VR atau peredam getaran, namun hal tersebut masih bisa dikompensasi dengan bukaan yang besar tentunya.
Review Pribadi Lensa Nikon AF-S 50 mm F/1.8 G
Nikkor 50 mm f/1.8 1/8s
Oh ya lensa ini juga dilengkapi dengan hood HB-47 sudah termasuk dalam paket pembelian sehingga teman-teman tidak perlu membeli lensa hood lagi karena sudah satu paket dengan lensanya.
Secara pribadi saya menyukai menggunakan lensa ini, selain bobotnya yang tidak terlalu berat, lensa ini autofokusnya cukup bisa diandalkan. Oh ya untuk lensa 50mm yang saya miliki, sweet spotnya berada di kisaran f/3.2 -4. Sweet spot itu maksudnya adalah bukaan ideal dimana lensa memiliki ketajaman maksimal, masing – masing lensa memiliki sweet spotnya sendiri.
Oh ya lensa ini juga saya gunakan saat meliput acara wedding teman saya, yang bisa dibaca di postingan Memotret Acara Pernikahan Ika & Gian. Lensa ini juga saya sering gunakan saat memotret model karena kelebihan-kelebihannya tadi.
Demikian sedikit review saya tentang lensa Nikon 50mm ini, kiranya bisa menjadi bahan referensi bagi kita semua yang menyukai fotografi.
Thanks for reading and salam jepret.

Baca Juga...

3 Responses

  1. Indra says:

    Om yg asli made in mana ya? Beli dimana?

    • Sheva says:

      Selama lensanya punya garansi resmi, gak perlu dipersoalkan made in mana. Rata-rata semua merk kamera punya beberapa lokasi pabrik pembuatan lensa untuk menghemat cost.

  2. Risma says:

    Ini kalo di pake video bagus nggak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *