Kapan Saat Yang Tepat Untuk Mengupgrade Kamera ?

Ada kalanya dalam perjalanan menekuni hobi atau pekerjaan di bidang fotografi, kita sering merasa ingin untuk mengupgrade kamera, apalagi dengan bertambahnya tipe-tipe kamera terbaru yang ditawarkan produsen setiap harinya, masing-masing dengan bahasa pemasaran yang terdengar begitu manis.

d750

Sistem terbarulah, sensor terbaru, yang paling ringan, yang paling canggih, semuanya begitu menarik sehingga membuat seorang fotografer ingin menghabiskan semua uang di tabungannya hanya untuk menebus kamera-kamera tersebut.

Namun benarkah mengupgrade bodi kamera anda, akan meningkatkan kualitas foto anda ? Kalau mungkin meningkatkan gengsi yah rasanya tak perlu ditanyakan lagi. Di bawah ini ada beberapa kondisi yang setidaknya membuat anda untuk mulai berpikir, bahwa sudah saatnya untuk mengupgrade kamera anda.

1. Anda butuh memotret dengan ISO tinggi

ISO yang tinggi biasanya dihindari oleh fotografer umumnya, tentu karena efek yang didapat berupa tingkat noise yang bertebaran di foto lebih banyak.

Namun ada kondisi pemotretan yang mengharuskan seorang fotografer menggunakan ISO yang tinggi, contohnya adalah ketika anda memotret suatu acara atau event dan tidak boleh menggunakan lampu kilat atau flash.

Sebelum anda memutuskan untuk mengupgrade kamera anda, sebaiknya anda lebih dulu mempertimbangkan untuk berinvestasi di lensa berbukaan besar, lensa 50mm adalah salah satu contoh yang murah meriah.

Selain itu jika masih memungkinkan investasi pada peralatan lighting juga lebih terjangkau, dengan teknik strobis dan bodi kamera tingkat pemula, anda sudah bisa mendapatkan kualitas foto profesional.

Baca juga :

Jika semua pertimbangan tersebut sudah anda pikirkan terlebih dulu, dan ternyata memang anda membutuhkan kamera dengan kemampuan ISO lebih tinggi dari saat ini, silakan untuk mengupgrade kamera anda.
Umumnya kamera untuk profesional sudah menawarkan ISO hingga puluhan ribu, bahkan ada yang sampai ratusan ribu. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan dengan budget anda.

Home Again

2. Anda butuh kemampuan autofocus yang canggih

Salah satu hal yang sering dipangkas untuk kamera seri entry level adalah jumlah titik fokus, pada kamera pemula titik fokus yang tersedia biasanya hanya sekitar 9 atau 11 titik, dengan hanya ada 1 titik fokus dengan tipe silang yang paling sensitif.

Jika sehari-harinya anda hanya memotret bunga, pemandangan, ataupun objek yang tidak terlalu membutuhkan sistem autofokus canggih, anda boleh mengabaikan dulu pilihan mengupgrade kamera.

Tapi jika kamera anda mulai keteteran saat memotret event olahraga semacam basket atau badminton, atau mungkin acara penting yang momennya takkan bisa terulang lagi semacam acara wedding, anda boleh untuk mulai melirik kamera dengan sistem autofokus lebih canggih.

Salah satu kamera dengan autofokus luar biasa adalah Canon 7D Mark II dengan 65 titik fokus, semuanya cross type yang sangat sensitif. Untuk Nikon, ada D7100 yang memiliki 51 titik fokus dengan 15 di antaranya adalah cross type.

Yang terbaru tentu ada Nikon D500 dengan 153 titik fokus dengan 99 adalah cross type.

3. Anda butuh kemampuan memotret dengan FPS (Frame per Second) tinggi

Untuk faktor ini benar-benar tergantung dengan apa yang anda potret. Jika anda biasanya hanya memotret model, maka kamera dengan kemampuan burst (beberapa foto sekali jepret) yang tinggi akan mubazir.

Anda membutuhkan kamera dengan FPS tinggi, saat anda memotret satwa liar misalnya, atau event olahraga semacam balap mobil atau motor, maupun semua adegan aksi dengan kecepatan di atas rata-rata.

Jumlah FPS sebuah kamera juga bekerja bersama dengan seberapa cepat shutter speed yang mampu ditawarkannya, dengan kombinasi keduanya, anda bisa menangkap momen yang berlangsung sepersekian detik !

Sekali lagi pikirkan apakah memang pekerjaan anda menuntut untuk menangkap momen hingga sepersekian detik tadi, jika anda wartawan olahraga atau otomotif sport, silakan beli kamera dengan fps tertinggi yang bisa anda dapat.

Nikon D5, seri flagship Nikon menawarkan anda hingga 12fps ! Suara yang terdengar saat anda menekan shutter, bagaikan senapan mesin yang memberondong peluru.

Moto GP Le Mans 2008

4. Faktor lain

Selain beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama untuk anda, dimana hal-hal itu sebenarnya sangat tergantung pada jenis pekerjaan apa yang anda lakukan bersama kamera anda. Ada faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh saat anda memutuskan harus mengupgrade kamera supaya mendapatkannya.

woman-pixabay

Hal seperti ukuran sensor yang lebih besar, ukuran file atau resolusi gambar dengan megapiksel yang lebih besar, konektivitas wi-fi, kebisingan (kadang anda juga butuh kamera yang lebih senyap), HDR, bodi kamera yang tahan air dan debu (weathershield), dan beberapa hal lainnya yang bisa anda tambahkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Satu hal yang pasti adalah upgradelah kamera anda jika itu benar-benar sebuah kebutuhan, bukan hanya sekedar untuk mengejar keinginan mata saja hehe, yah kecuali budget anda tak terbatas tentunya.

Dengan bodi kamera yang sederhana, jika anda sudah memiliki kemampuan yang memadai dalam memotret, tentu hasil foto yang bagus bisa anda dapatkan dengan mudah dan juga murah.

Tertarik untuk mengupgrade kamera? Silakan lihat dulu referensi harga kamera untuk Anda, baik kamera Canon maupun kamera Nikon.

Kalau anda memiliki pengalaman saat mengupgrade kamera, jangan ragu menuliskannya di kolom komentar.

Baca Juga...

1 Response

  1. ahong says:

    Saya upgrade kamera…….dan wajib upgrade kamera
    saat KLIEN komplain akan IMAGE QUALITY hasil foto saya….
    Kurang tajam lah…kurang besar resolusinya lah..kurang detail lah…dll.

    Akhirnya upgradelah nikon d7100 ke nikon d810.
    Ternyata jauuuhhhh bedanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *